Keluarga besarku sebahagian merupakan representasi orang-orang ‘besar’ di kotaku. Ember, orang-orang gede!. Eitss, jangan salah sangka dulu, ini bukannya mau nyombong sama sekali. Enggak! Aku cuma mau bilang, sebahagian dari mereka emang orang pembesar, tapi ternyata cetek alias kecil alias picik kalau ngomongin tentang kebebasan.
Hohohoh, kali ini bukan membahas tentang kebebasan menentukan pilihan hidup, meski itu termasuk salah satu poin ‘cetek’ yang benar-benar memuakkan. Ini tentang kebebasan memilih saluran televisi! Bayangkan sodara-sodari sekalian, kebebasan dalam memilih channel tv!
Cuih, cuih, cuih!. Aku baru tahu kalo ternyata sebagian sodara sepupu ku dan keponakanku (terutama yang masih SMP atau SMA), dilarang menonton SINETRON di teve! Whattttttt??? Oh, No. Bayangkan, nggak diperbolehkan nonton sinetron apapun oleh orang tuanya. SINETRON APAPUN. Bolehnya, cuma berita, kuis, acara musik, film, gossip sekali-sekali boleh, tapi engga buat SINETRON. Wadao, plis deh! Hare Gene masih di kekang memilih saluran di televisi??
Alasannya sih ‘cetek’ juga. Sinetron dituding mengandung unsur-unsur yang sama sekali nggak baik dan nggak mendidik. Sinetron banyak mengandung kekerasan fisik dan psikis. Sinetron umumnya bertemakan cinta lebay yang gak penting buat dilihat anak SMP atau SMA. Sinetron mempertontonkan adegan-adegan mesra yang gak cocok di konsumsi anak sekolahan. Satu lagi tentu, sinetron mengganggu waktu jam belajar anak sekolahan. (Jam utamanya kan jam 7-9, yang tentu aja menjadi jam wajib belajar buat anak sekolahan. Thanks God, I’ ve passed those crazy times!)
‘Cetek’, pokoknya ‘cetek’. Emang sih, alasan-alasannya ada benarnya juga, tp plis deh, gak semua sinetron gitu kan? Lagian, kalau emang anaknya memang anak sekolahan yang berkualitas, pasti bisa milah-milah mana yang baik dan yang buruk, mana sinetron yang ganggu jam pelajaran atau nggak. Lebay, lebay, lebay ah! Gak semuanya sinetron itu beraura negatif!
Kok aku ngamuk-ngamuk sendiri ya? Secara yang dilarang itu bukan aku. Hehehehe. Gimana mau gak marah. Naluri persinetronanku sudah terusik! Terjajah! Hiks, gak rela, pokoknya gak rela!. Terus, solusinya apa dong? Yah gak ada, emang aku bisa apa marah balik sama ortu-ortu nya mereka? Yah gak dong, bisa-bisa malah aku yang dicekek (cekik?) sampe tak berkutik. Apa urusanku ngelarang-larang ortunya membatasi tontonan anak mereka? Gak sih, emang bukan urusanku sama sekali. Tetapi, kan sayang gitu loh, andai salah satu dari mereka emang pengen menjadi penerus ‘’Raam PunJadi’’, bisa flamboyan tuh impian di awang-awang. T_T. Hiks. Lebay lagi deh eike.
Intinya, ‘’Hargai dong Kebebasan orang lain Menentukan Pilihan, meskipun anak sendiri’’. Serasa orasi kalau ngomong beginian. Btw, sikap keluarga besarku yang ngelarang anaknya nonton sinetron, kok mirip-mirip dengan pernyataan sikap TNI yang mendukung pelarangan film BALIBO 5 ya??. Hm………
@ Arie Gere, Dec 8, 2009.
Abis nonton BCL. Bayu Cinta Luna. Berharap judulnya berubah menjadi BCA. Bunga Cinta Arie. Wkwkwkwkwkwkwkw.
Komen yang seliweran!