Langit dan Bintang

•April 20, 2011 • 2 Komentar

Aku percaya, bintang tak akan kemana-mana.

Sebab bintang, mempercayakan letaknya kepada langit.

Aku juga percaya, hatimu itu selayaknya bintang, gemerlap dan berkilauan.

Meski terkadang, redup dan tak bercahaya.

Aku yakin, hatimu itu juga melekat dan tak akan kemana-mana.

Ya, seperti bintang terhadap langit.

Maka, akulah sang langit itu.

Ah, semoga saja bintang itu tak jatuh dan meninggalkan langit.

@Arie Gere, April 20, 2011.

Maag kambuh berat, karena kebanyakan minum kupi.

Syair Abege

•Maret 28, 2011 • 1 Komentar

 

Text at the pic:

May you live a hundred years,

And I, a hundred less one day,

So I may never know a world,

From which you have gone away..

 


Satuan rambutmu adalah mahkota

Satuan senyummu adalah cahaya

Lebay…

 

Dek, masih inget gak utang abang..

Kata persamaan akuntansi, harta=utang+modal

Jumlahnya Rp532.011,-

Fiuh, kualat kau dek..

Ngerjain abang pake satuan belasan.

 

Kapanlah abang bayar dek?

 

Katamu, harus dengan bersimpuh di hadapan Bapak dan Ibu..

Memangnya kita gak bisa kawin lari aja, dek?

Ucapmu, ragu akan kesungguhan abang..

Kasiannyalah abangmu ini..

;(

 

Dasar… Adek jelek..

 

 

@ Arie Gere, Kembali Abege, Sebab lagi jatuh cinte ;p

Mencoba realistis dengan meminimalisir janji-janji manise…

28 Maret 2011, in my preparation to Bandung City.

A poem for my beautiful 3. You know, both of us are trying to..

Make those all come true..

 

2010 in review

•Januari 3, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 15,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 3 fully loaded ships.

 

In 2010, there were 17 new posts, growing the total archive of this blog to 118 posts. There were 53 pictures uploaded, taking up a total of 4mb. That’s about 1 pictures per week.

The busiest day of the year was April 18th with 242 views. The most popular post that day was Dongeng Rakyat : Kisah Anak Manusia Yang Ber-orangtuakan Kucing.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were mengukirsejarahcinta.blogspot.com, rahasiabulan.blogspot.com, facebook.com, rumahcintaarinie.blogspot.com, and rehumanize-rie.blogspot.com.

Some visitors came searching, mostly for dongeng rakyat, uang, cat, cerita dongeng rakyat, and writing hand.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Dongeng Rakyat : Kisah Anak Manusia Yang Ber-orangtuakan Kucing June 2009
12 comments

2

UANG July 2008
4 comments

3

Lukisan untuk kekasihku May 2009
3 comments

4

Dia, yang terkenang. April 2010
6 comments

5

Lesbiankan Lesbian May 2009
11 comments

Sahabat-sahabat Jiwa

•November 28, 2010 • 1 Komentar

Di dalam kehidupan heteroku, aku memiliki dua orang sahabat terbaik, mungkin akan menjadi terbaik di sepanjang hidupku. Cinta, mungkin bahasanya demikian lebih tepat. Sesama kami, ada cinta yang mengikat, ada kasih yang membentang, seperti ada ikatan yang tak terlihat. Mini dan Gede, kira-kira sebutannya begitu ya. Ah, kali ini, mari kuperkenalkan mereka.

Mini adalah perempuan seumuranku, sedikit lebih pendek dariku,  mengenakan jilbab manis dan gaul, cantik, luwes, pintar, memiliki pekerjaan di sebuah instansi bergengsi, tetapi masih bergumul dengan jodoh yang belum kunjung ditemuinya sampai sekarang. Dia adalah, orang pertama yang kuceritakan tentang kelesbiananku. Aku mengenalnya, pertama sekali di sudut bangku kuliah, dan seperti ada “klik’’ di antara kami. Dia adalah, orang pertama yang berhasil membuatku memutuskan tali kasih dengan seorang perempuan pada saat itu. Dia adalah, yang selalu mengingatkanku, agar aku kembali kepada kodratnya seorang perempuan. Dia adalah, sahabat terbaikku.

Nah, sekarang, mari kita bicarakan tentang Gede.

Gede adalah lelaki gagah dan perkasa, berjanggut, mempunyai otot-otot besar, tergila-gila pada olahraga tenis dan Timur Tengah, ganteng, dan memiliki masalah yang hampir sama dengan Mini, tak punya pacar bukan karena tak mau, tetapi karena dirasa belum ada yang pas di hatinya. Dia adalah senior kami saat kuliahan dulu, sekaligus menjadi senior di kantor pertama kami dulu. Kami bertiga, tumbuh di kampus yang sama dan di kantor yang sama, bertahun-tahun lamanya. Bersamanya, aku menemukan kegilaan-kegilaan yang pas, pembicaraan-pembicaraan ringan namun hangat, dan sesekali diiringi dengan debat kusir yang tak berkesudahan. He is my baby boy. Sepertinya bukan hanya aku, karena Mini juga merasakan kenyamanan yang mirip dengan yang apa yang kurasa. Entah tahu atau tidak mengenai kelesbiananku, Gede hampir tak pernah bertanya dan tak perduli, atau memang  merasa ‘ya sudahlah’.

Aku selalu merasakan, aku nyaman berada di antara mereka, dan aku yakin, pasti juga sebaliknya. Dalam kediaman dan dengan aktivitas masing-masing, kami menemukan kebersamaan. Mungkin, itulah esensi dari sebuah kenyamanan. Mini bermain dengan handphone-nya, Gede sibuk dengan skor tenis disitus kesayangannya sambil sesekali chat dengan mantan-mantannya, lalu aku, sibuk dengan remote teve demi estafet chanel yang tanpa henti. Hobiku tentu saja, 3 menit sekali mengganti channel teve karena tak pernah terfokus pada satu saluran saja, aha, apa ini salah satu cirri-ciri sang buaya? Hehehehe ;p. Terkadang, tak perlu ada topik serius untuk dibicarakan, tak perlu ada alasan kenapa harus bertemu, tak perlu ada momen spesial kenapa harus bersama di tempat yang sama. Tak ada hobi yang benar-benar sama, kecuali bercakap dan berjalan-jalan, selebihnya berbeda. Lalu kami, hanya berkumpul dan bertiga.

Malam kemarin, entah apa yang sedang ada di benak sahabat perempuanku, dia lantas berkata,

‘’Aku selalu membayangkan, apa jadinya kalau kita hidup bersama, serumah bertiga’’.

Dan, keheninganpun terjadi sesaat.

Dalam tatapan cuek skor tenisnya, aku tahu Gede sebenarnya mendengar, namun tidak merespon.

Aku yang merespon duluan kepada Mini, ‘’Yang pasti adalah, kamu yang akan selalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga’’. Gede nyengir lalu ketawa, masih sibuk dengan skor tenisnya.

Pertanyaan konyol, tapi bermakna dalam. Yah, apa jadinya kalau itu benar-benar terjadi? Sejauh ini, tak ada hasrat seksual yang mencuat di antara kami, baik aku ke Mini apalagi ke Gede. Sesama kami bertiga selalu yakin, ini adalah murni persahabatan, tak akan nada titik yang menodainya.

Sepulangnya, aku iseng sms sahabat baikku itu,

“Kalau kau yang jadi istri pertamanya, jadikan aku istri keduanya. Gak akan ada sex di antara aku dan dia”.

“Gilaak”. Jawab Mini singkat, akupun langsung ketawa ngakak sambil terbahak-bahak.

Kuambil guling, berselimutkan angin malam dan kurebahkan kepala. Lalu, sebelum terpulas, aku masih sempat membayangkan liburan hebat kami pada pertengahan tahun kemarin.  

Seranjang bertiga, dan aku di tengah-tengahnya.

@ Arie Gere, dalam kesendirian di tengah malam, menghidupkan laptop dan musiknya.

Guys, I’m so lucky to have you both.

Yeah, its’s been 9 years, guys.

Sahabat-sahabat jiwaku.

Teringat Si Butut, si Hijau dan si Hitam yang bersanding di parkiran.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.