Lesbiankan Lesbian
Aku bergerak mundur, menatap jauh ke depan, tapi tak pernah mencapai ke garis finish yang di harapkan. Aku mundur lagi, tak sanggup melangkahkan kaki yang sudah di siapkan jauh-jauh hari. Aku berlari ke belakang, meninggalkan semua yang sudah tertata untuk masa depan, tak menghiraukan pesona apapun yang datang setelahnya. Aku menjauhi masa depan, dan beringsut menjajaki masa lalu yang kelam, sama kelamnya seperti sekarang dan yang akan datang. Aku mengejar masa lalu, masa lalu yang hampir punah, namun tak pernah kubiarkan sirna. Aku rindu yang lalu-lalu, bahkan saat aku tak mengenal siapa aku sebenarnya. Aku berharap masa lalu menjelang hingga masa depan bisa tenggelam. Aku ingin kembali, menjelajahi vaginamu, masuk kedalam liangnya, dan menembus rahimmu lalu lenyap di sana. Aku ingin musnah hingga ‘aku’ pun tak kan pernah ada, bahkan ketika setetes sperma menjamahi rahimmu. Aku ingin tenggelam, menuju masa lalu, dan tak pernah menjadi ada. Bukankah lebih baik begitu ?
Sepertinya bukan, bukan begitu. Aku akan memasuki rahimmu, mengacak-acak susunan gen yang sudah ada, menyulapnya seketika menjadi ‘aku’ versi yang lain. Akupun lahir kedunia ini, anak pertama keturunanmu, buah hati impianmu. Aku tumbuh, dengan sahabat-sahabat yang sama, masa kecil yang tak berbeda seperti ‘aku’ yang dulu, dan memainkan permainan sama yang selalu kau belikan untukku di hari Lebaran lalu. Pistol-pistolan air, plastik bahkan yang api pun pernah kau hadiah kan kepadaku. Lalu akupun tumbuh, membesar seperti yang kau harapkan, tumbuh dan tumbuh lagi. Dan, aku pun bertemu dengan seorang gadis manis tentunya, sahabatku juga kekasihku. Awalnya kau cemburu, karna kau pikir aku lebih menyayanginya daripada dirimu sendiri. Lama-lama, kau pun mengerti, bahwa aku tak lagi sepenuhnya milikmu.
Kemudian kami menikah, punya anak dan akan hidup bahagia selamanya seperti cerita-cerita di dalam dongeng. Kau pun bahagia, punyai menantu yang baik, punyai cucu yang manis-manis. Aku bahagia, kaupun bahagia. Cucumu tumbuh persis seperti ‘aku’, yaitu ‘aku’ yang terlahir untuk kedua kalinya. Tak salah lagi, dia memang benar-benar anakku. Cucu kesayanganmu. Kau tahu ? Bahkan mainan yang kusukai dulu pun, dia benar-benar menyenanginya, sama seperti aku dan ‘aku’ yang dulu. Wajahnya seketika menjadi cerah, bila pistol-pistolannya yang mulai tak berfungsi itu, ku gantikan dengan yang baru. Persis juga seperti aku, dia tak pernah membuang mainan lamanya, selalu menyimpannya di peti mati khusus mainan. Anak yang aneh !!!! Sama seperti aku dan ‘aku’ yang dulu.
Suatu kali, kau temukan dia begitu bahagia bersama sahabat perempuannya. Hatimu mulai ragu, hatikupun terketuk kembali. Kau ingin bertanya padanya, namun akupun sudah tahu jawabannya. Kau katakan padaku apa adanya. Kau katakan padaku siapa cucumu sebenarnya. Kau hardik aku karena salah mendidiknya. Kubilang, ini bukan salah siapa-siapa. Kau suruh aku agar aku melarangnya bertemu dengan sahabat perempuan kesayangannya itu. Kubilang kalau anakku punya kebahagiannya sendiri-sendiri. Kau tampar aku karena keinginanmu tak tercapai, kubilang bunuhlah aku bila itu keinginanmu. Istriku tertunduk lemas dan kaupun menangis sia-sia. Kau bilang cucumu salah asuh karena menjadi seorang lesbian. Ku bilang, tak ada yang salah menjadi seorang lesbian. Kau katakan aku laknat, tak bertuhan, tak bernabi dan tukang buat aib keluarga. Dan, kau ceritakan berulang kisah kaum Luth yang di musnahkan oleh Tuhan. Kukatakan bahwa Tuhan tak perlu dimiliki, karna Dia-lah yang memilikiku, segenap nyawa dan tubuhku. Lalu kau mematung, lantas menyebutku dengan satu sebutan, “Anak Durhaka!”. Aku mematung, menggeletar, tak bernafas lagi, pakaianku terlepas, celanaku terkoyak, lalu aku telanjang, tanpa selembar apapun di kulitku lagi. Seketika kau menganga, terpana dengan apa yang kau lihat, dan terkejut dengan perubahan di diriku. Kau menyaksikan, putingku membesar, penisku menyusut, pinggulpun melebar. Akupun tak sanggup lagi, seketika diri menjadi hijau, lalu berubah menjadi aku dulu yang sebenarnya, bukan ‘aku’ yang seperti kau harapkan. Hijaupun kembali normal, lalu peluh-peluh keringat menetes dari kulitku. Aku mematung lagi, tak bergerak lagi, dan mati lagi. Tak menjadi apapun, tak menjadi siapapun. Lebih baik aku tak menjadi apa-apa, menjadi patung saja, menjadi boneka saja, yang bisa kau pakaikan baju-baju apa saja pilihan hatimu, yang bisa kau telanjangi kapan saja kau mau. Aku telanjang, aku mematung, aku tak bernafas dan diam selamanya, bukankan itu lebih baik dari pada aku akan menyakiti hatimu?.
Satu lagi, kalau begitu, kenapa kau lahirkan seorang lesbian ke muka bumi ini?
Bila kelesbiananku itu menjadi derita pahit bagi sisa hidupmu, musnahkanlah dia, sama seperti kau melenyapkanku, dan tak pernah melahirkanku lagi.


Masih sedih, bingung dan panik, dik.?? Udah curhat ( abis-abisan ) belum ke “Sang Sutradara Tunggal” sinetron alam semesta.?? Cuma Dia tempat yang tepat untuk minta perubahan-perubahan jalan cerita sinetron yang akan kamu lakoni…
Ayo, ambil wudhu’…tenangkan hati dan pikiran, ambil nafas dalam-dalaaam, bersiaplah untuk membuka pintu “negosiasi” kepada “Sang Sutradara”…trus niatkan Lillahi Ta’ala…Allahu Akbar.!
Kk akan bantu meng-aminkan setiap negosiasi yang kamu sampaikan nantinya, dik…
kekasihku kak, wajahnya cemberut terus sekarang..
Bukankah hidup manusia sudah ditentukan 50 th sebelumnya, sedang kita hanya punya masa tiga hari untuk melakukan hal terbaik dalam hidup sedang satu harinya adalah kemarin…
satu hari adalah skrg, dan satunya lagi tinggal esok hari
Betul sekali. Pernah baca buku La Tahzan ( Jangan bersedih ) ? Buku yang well recommended untuk setiap muslim yang lagi sedih atau marah. Coba deh Insyaallah manjur
mungkin aku harus baca ampe selesai ya bukunya..
BAgus banget tulisanmu ini rie
Thank You DN
HAY…re..
aku minta tolong kamu buatkan crt tentang aku lah…
aku adalah seorang lesbi…yg mulai jatuh cinta saat aku SD kelas 5 dengan teman satu kelas ku namanya nanda, lalu setamat ku SD ortu ku memasukkan ku ke pesantern..tp karena biaya yg sangat bnyak ortu ga mampu menyekolahkan ku lanjut di pesantren itu.tapi aku juga sempat jatuh cinta pada kakak kelas ku yg bernama dila…tp ya gitu lah aku tak di sambut…lalu aku masuk kesekolah mts dan disitu juga aku jatuh cinta…pd temen se kelas ku…sampai aku tamat SMA aku terus mengalami yg namanya jatuh cinta dengan sesama ku.
wah? kenapa gak tulis sendiri aja di blog-nya kamu…
salam,..
ingin mempunyai keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah….apa lagi yg kurang dari diriku..smuanya sudah aku dapatkan..knp sampai hari ini aku belum bertemu dgn pasangan yg cocok&memahamiku?ssst…anda jgn berputus asa dahulu kawan..kami bs membantu permasalhan anda disini…cb saja gabung di club jodoh kmi…yg namanya jodoh bs ketemu dimana saja..klo anda tertarik..daftar dl man..ketik REG JODOH#P(bagi yg register pria&ket ini tdk diikutsertakan) atau REG JODOH#W(bagi yg register wanita&ket ini tdk diikutsertakan) kirim ke 9789(khusus Telkomsel)..cobalah…&jgn berputus asa dahulu..
[...] Lesbiankan Lesbian May 2009 11 comments [...]