Masalah itu selalu datang, ketika aku dan kekasih berjauhan. Aku seperti setan yang ketakutan dan terus menguntit kekasih kemanapun dia pergi. Aku memang setan yang goblok, setan yang paranoid kehilangan cinta dan kasih dari orang yang sangat disayanginya. Aku rasa, aku memang setan, karena lama-lama justru kekasih yang ketakutan dikuntiti seperti itu. Hilang kebebasan, seperti dikekang.
Aku memang kuntilanak tak beradab. Iblis biadab itulah aku. Entah apa yang merasukiku, hingga aku kalap seperti setan. Sekarang, mungkin sudah terlambat. Aku benar-benar menjadi setan. Aku mati, dikubur, lalu gentayangan menjadi makhluk jadi-jadian. Setengah hantu, setengah setan, jelas-jelas bukan manusia lagi. Di atas kepalaku, ada tungku berisikan larva panas muntahan gunung berapi. Mulutku penuh dengan lumpur Sidoarjo yang semakin lama semakin menghimpit daratan di bumi Jawa. Mataku merah, penuh dengan tetesan air mata Ibu yang ditinggalkan mati oleh anaknya. Mukaku hitam, sebenarnya merah pekat namun kelihatan seperti hitam, karena menahan amarah yang tak berkesudahan.
Akulah, setan itu. Setan bagi kekasihku sendiri. Dan, aku memang setan biadab, yang kehilangan arah dari Tuhan-nya.
@ Arie Gere, 2009.
Kekasihku tersayang, aku memang setan.
Dan setan ini, memang sepatutnya di-eyahkan dari muka bumi.
Tarik nafas….buang….
Tarik nafas…buang…
Tarik nafas………tunggu 1 jam, nanti saya kembali…hehehe
Tenang, ya. Beberapa orang memang dapat penuh emosi, kemudian dengan pikiran yang tersesat di tengah amarah, meluapkan semuanya. Lalu, kemudian menyesal, meminta maaf, mengutuki diri sendiri…Tanpa sadar bahwa saat itu pikirannya masih tersesat. Namun, kali ini tersesat dalam penyesalan.
Tenang, tunggu beberapa saat hingga kabut hilang dan pikiran jernih kembali. Saat itu, mungkin keadaan akan menjadi lebih baik.
Sky,, terima kasih banyak sarannya,,, mungkin harus tarik napas berkali-kali,, kemudian membuang semuanya… tunggu, dan semoga kedamaian itu datang..
Cepatlah bertobat kau setan!!!!
Apa perlu diadain ruwatan nich…
komentar pahit, tetapi dalam maknanya..
salam,
Menyadari dan menyesali kesalahan itu awal dari intropeksi diri…tapi marah-marah dan memaki-maki diri sendiri itu awal dari kesalahan yang baru lho, Rie…:)
Cinta dan kasih sayang memang terkadang beda-beda tipis dengan possesif dan egois, tapi kalo kita mampu mencari perbedaan tipis itu, akan menghasilkan perbedaan besar antara keduanya…:)
Btw, kemana aja,dik…?? Sibuk ya, masih bolak-balik Pekanbaru.?? Salam aja pada pesawat terbang yang nangkring di depan kantor gubernurnya..:D
cinta vs posesif,, tipis kali bedanya ya kak?
kk juga ga pernah nih nyamperin adiknya,, butuh konsultasi gratis nih kak//
Nggak nyamperin bukan berarti nggak peduli lho ya,Syg yaaa…setiap ada waktu senggang, kk pasti mampir di rumah Arie ini…:)
Konsultasi gratis..??? Hmmm…boleh-boleh…tapi langsung ke rumah kk yaa…Nggak boleh janji tinggal janji mulu maen ke Jakarta…:)
kayaknya tinggal janji deh kak,
kemungkinan tahun ini gak kemana-mana;
Bisakah rasa saling percaya sebagai peredam setan itu, Rie?
Hhmm….agak Egois yawh..
Bagus lah kalau sudah sadar……..
@ Jill : Yup, mudah-mudahan jill.. terima kasih..
@ bocahbancar: Amien…
Yay!!! Arie. Baru tiba saya langsung baca pengakuan diri seram kayak gini…
hahahahaha, welcome AL.
terkadang, emosi diri ini begitu berlebihan datangnya, dan saya.. lebih suka menuangkannya disini, daripada memaksanya masuk ke tempurung kepala yang sebenarnya hanya cukup menampung beberapa cc keluh kesah saja..
maaf mengecewakan anda, Ibu Guru..
aq juga baru dateng nih n suguhannya serem juga….
eniwai knp sih bentuk perhatian yg dalem dari L sering dianggab over posesif?
salam kenal arie…….
A-rhea
Salam, A-rhea…
Gak L aja kok,, hetero juga gitu,, jadi bukan karena L nya, tetapi lebih karna pribadi orang itu,, atau lingkungannya,,, kebetulan aja, kamu ketemu tulisan L yang over-posesif kayak tulisan saya… hehehehe..
Wah, malah bagus ya.. Kalau melampiaskannya dengan cara nulis. Daripada mukul, heheh. Sekalian bikin lagu aja siapa tau ngetop kayak eminem.
Nice blog.. Senang membacanya..
Ibu AL,
nice blog jugaaa…
aku suka baca kisah murid-muridmu..